Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat

Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat
Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, terbuat dari besi, baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram. Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata. Menurut Sanghyang siksakanda ng karesian pupuh XVII, kujang adalah senjata kaum petani dan memiliki ak

Generasi awal pemimpin bangsa Indonesia adalah pemikir dan konseptor

Generasi awal pemimpin bangsa Indonesia adalah pemikir dan konseptor
Generasi awal pemimpin bangsa Indonesia adalah pemikir dan konseptor. Jauh sebelum Indonesia merdeka, gagasan-gagasan ideal mengenai Indonesia masa depan sudah dimatangkan dalam pemikiran para pendiri bangsa. Sebut saja: Tan Malaka, Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan lain-lain. Tidak terkecuali gagasan mengenai strategi perekonomian. Artikel kali ini mencoba menelusuri strategi perekonomian salah seorang pendiri bangsa: Soekarno. Frans Seda, yang pernah menjadi menteri menjelang akhir kekuasaan Bung Karno, menganggap pengetahuan Bung Karno tentang ekonomi sangatlah berbobot. .

Sukarno adalah ahlinya dalam menciptakan ekonomi modal

Sukarno adalah ahlinya dalam menciptakan ekonomi modal
Banyak orang bilang Sukarno itu nggak paham ilmu ekonomi, Sukarno itu ganyang Malaysia untuk menolehkan perhatian rakyat pada ekonomi yang amburadul.   Padahal Sukarno ini benar-benar mendalami apa yang dinamakan Ilmu Ekonomi Politik, Ekonomi Politik adalah Ilmu paling dasar yang merumuskan kebijakan-kebijakan politik atas ekonomi masyarakat seperti : akumulasi kapital, distribusi kekayaan dan pasar. Tiga soal pokok ini dikuasai Bung Karno bahkan sejak tahun 1924. Guru pertama Bung Karno soal ekonomi politik adalah Hartagh. Suatu siang Bung Karno disuruh untuk mencari buk

Soekarno, Contoh Kepemimpinan Kuat

Soekarno, Contoh Kepemimpinan Kuat
Indonesia disegani di dunia internasional karena kepemimpinan yang kuat. Kepemimpinan kuat itu ditunjukkan antara lain oleh Soekarno, presiden pertama Indonesia. ”Para pemimpin dunia menghormati Indonesia dan menghargai Bung Karno,” ujar Guntur Soekarnoputra, putra Proklamator Soekarno dalam jumpa pers peluncuran buku Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku di Jakarta, Sabtu (17/11). Soekarno berteman dengan Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy, senator AS Robert ”Bobby” Kennedy, Pemimpin Vietnam Ho Chi Minh, Pemimpin Uni Soviet Nikita Kruschev, Pemimpin China Zhou En L

Mengenal Kepemimpinan Soekarno Presiden Pertama RI

Mengenal Kepemimpinan Soekarno Presiden Pertama RI
Sosok satu ini memang tidak pernah membosankan untuk diulas dan diperbincangkan. Sosok yang fenomenal di Tanah Air ini selalu terkenang di hati masyarakat Indonesia. Dialah Sukarno, manusia yang dilahirkan di bumi nusantara dengan berbagai talenta. Mulai dari sosok romantis, karismatik, sampai seorang tokoh revolusioner, semua dimilikinya. Tidak salah jika beberapa orang mengatakan Tuhan menciptakan Sukarno sebagai manusia yang hampir sempurna. Bahkan sesudah ia dikebumikan pun masih ada saja hiruk-pikuk tentangnya. Seperti istilah yang diangkat oleh Argawi Kandito dalam bukunya, S

Jasa Besar Soekarno, di Balik Kemajuan Ekonomi Singapura

Jasa Besar Soekarno, di Balik Kemajuan Ekonomi Singapura
Mungkin tak banyak orang tahu, bahwa Soekarno, presiden pertama RI dalang di balik kemajuan Singapura saat ini. Tanpa jasa Soekarno, kita mungkin tak akan melihat gemerlap Singapura sebagai sebuah negara tanpa sumber daya alam namun sangat berlimbah kemakmuran. Yah Soekarno memang tidak melakukan kontribusi apa pun secara langsung yang membuat negeri mungil di Selat Malaka ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia saat ini. Sejarah dengan terang lantang mencatat Soekarnolah dalang di balik terbentuknya Singapura. Terbentuknya Singapura berawal dari sebuah kerusuhan etnis. Se

Lima Dosa Soeharto pada Soekarno

Lima Dosa Soeharto pada Soekarno
Peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno pada Presiden Soeharto diiringi kematian ratusan ribu orang. Sejumlah kalangan menyebut peralihan kekuasaan itu sebagai kudeta merangkak. Setahap demi setahap, Soeharto mulai menggembosi kekuasaan Soeharto. Berangkat dari surat perintah 11 Maret 1966, Soeharto mulai bergerak cepat. Keesokan harinya dia membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan didukung MPRS, PKI dinyatakan sebagai partai terlarang. Lalu Soeharto mulai menangkap anggota kabinet Dwikora yang diduga terlibat PKI. 16 Menteri ditangkap walau tak jelas apa peran mereka dala

Ir. Soekarno Sebagai Guru Bangsa

 Ir. Soekarno Sebagai Guru Bangsa
Bung Karno Sebagai Guru Bangsa Di antara banyak predikat yang telah diberikan kepada Bung Karno, patutlah kiranya pada peringatan ulang tahunnya yang ke-102 ini ia juga dikenang sebagai guru bangsa. Sebagai pencetus maupun komunikator, banyak pemikiran penting telah menjadi sumbangan pendidikan tak terhingga bagi negara-bangsa ini. Layaknya seorang guru yang cakap, ia mampu menyampaikan gagasan-gagasan penting dengan lancar, penuh imajinasi, dan komunikatif. Di tangannya, topik-topik bahasan yang sebenarnya berat menjadi gampang dicerna, mudah dipahami masyarakat luas. Ingat, misalnya, s

Mimpi Soekarno pindahkan ibu kota ke Palangkaraya

Mimpi Soekarno pindahkan ibu kota ke Palangkaraya
Jakarta sebagai ibu kota negara kini sudah tidak ideal lagi. Kota ini menyimpan segudang masalah. Mulai dari kemacetan akut, kepadatan penduduk, pembangunan tak terencana hingga banjir yang selalu mengintai jika musim hujan datang. Presiden Soekarno pada tahun 1950-an sudah meramalkan Jakarta akan tumbuh tak terkendali. Soekarno dulu punya mimpi memindahkan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Mengapa Palangkaraya? Ada beberapa pertimbangan Soekarno. Pertama Kalimantan adalah pulau terbesar di Indonesia dan letaknya di tengah-tengah gugus pulau Indo

Kronologis redupnya kepemimpinan Presiden Soekarno

Kronologis redupnya kepemimpinan Presiden Soekarno
Redupnya Cahaya Putera Sang Fajar Jatuhnya Soekarno dari presiden merupakan peristiwa politik cukup menarik dan sangat bersejarah. Dimulai dengan Supersemar yang memberi “mandat” kepada Jenderal Soeharto untuk memulihkan keamanan dan politik yang saat itu sangat kacau, sampai ditolaknya Pidato Nawaksara yang disampaikan oleh Presiden Soekarno. Khusus mengenai Surat Perintah Sebelas Maret, menurut sebuah sumber, itu merupakan mandat atau perintah untuk menyelamatkan revolusi. Dan bukan pelimpahan kekuasaan, melainkan pelimpahan tugas. Menurut sumber itu pula, sebagai orang yang diperintahka

Nostalgia Kepemimpinan Soekarno Menghadapi Amerika

Nostalgia Kepemimpinan Soekarno Menghadapi Amerika
Soekarno bukanlah milik partai apapun karena Soekarno adalah contoh putra terbaik bangsa Indonesia. Satu-satunya presiden Indonesia yang begitu disegani bahkan oleh Negara Amerika sekalipun. Inilah Nostalgia Kepemimpinan Soekarno Menghadapi Amerika. Pernahkah sobat tau bagaimana dengan mudahnya Soekarno mengusir Belanda dari Irian Barat dan membuat Amerika kalang kabut di masa lalu? Pernahkah sobat tau tertangkapnya penyusupan CIA di Maluku yang membiayai pemberontakan disana? Dinamika perpolitikan Indonesia di era perang dingin kurun waktu 1953-1963 pernah ditandai dengan aroma diplomasi

Mengenal Kepemimpinan Soekarno

Mengenal Kepemimpinan Soekarno
Sosok satu ini memang tidak pernah membosankan untuk diulas dan diperbincangkan. Sosok yang fenomenal di Tanah Air ini selalu terkenang di hati masyarakat Indonesia. Dialah Sukarno, manusia yang dilahirkan di bumi nusantara dengan berbagai talenta. Mulai dari sosok romantis, karismatik, sampai seorang tokoh revolusioner, semua dimilikinya. Tidak salah jika beberapa orang mengatakan Tuhan menciptakan Sukarno sebagai manusia yang hampir sempurna. Bahkan sesudah ia dikebumikan pun masih ada saja hiruk-pikuk tentangnya. Seperti istilah yang diangkat oleh Argawi Kandito dalam bukunya, Soekarno;